Raih nilai 96.50, Pasir Luhur Jadi Desa Perluasan Percontohan Anti Korupsi di Propinsi Riau

Rcn.com (Pekanbaru) - Desa Pasir Luhur Kecamatan Kunto Darussalam Kabupaten Rokan Hulu patut berbangga diri, karena Desa Pasir Luhur ditetapkan oleh Pemerintah Propinsi Riau bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia sebagai salah satu dari 7 Desa yang dinobatkan sebagai Desa Perluasan Percontohan Anti Korupsi dengan nilai istimewa (96,50) di Propinsi Riau.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Desa Pasir Luhur Soleman, kepada beberapa media di RM.Sinar Kampar Jalan Aripin Ahmad Pekanbaru pada Senin (26/01/2026).

"Hari ini saya menerima piagam, yang diserahkan langsung oleh PLT Gubernur Riau SF Hariyanto, sekaligus bersama rewodnya berupa umroh gratis bagi 7 Kepala Desa yang telah mendapat penilaian objektif dari Pemprop Riau bersama KPK RI sebagai Desa Perluasan percontohan anti korupsi", terang Soleman.

Soleman menambahkan bahwa prestasi ini bukanlah hasil kerjanya sendiri, melainkan kerja sama yang baik antar semua komponen di Desa Pasir Luhur.

"Prestasi yang saya raih hari ini bukanlah hanya kerja saya sendiri saja tetapi hasil dari kerja sama semua komponen yang ada di Desa Pasir Luhur.Tanpa kerja sama yang baik antar semua lini, tidak mungkin hari ini saya menerima piagam ini", tambahnya.

Soleman menyampaikan bahwa tahapan penilaian sangat makan waktu dan tenaga .

"Penilaian dari awal sampai akhir tahapan sangatlah ketat, karena yang menilai langsung selain pihak pemerintah Pemprop Riau juga terlibat KPK RI.Jadi tidak ada yang sifatnya hanya diatas kertas saja, melainkan penilaian penilaian yang ada wujudnya di lapangan (fakta) baik laporan, fisik bangunan dan nilainya sekalian, semuanya di cek bang", ungkapnya.

Terakhir Soleman memohon doa dan suport kepada semua pihak agar Desa Pasir Luhur bisa meningkatkan prestasinya di tahun depan.

"Harapan kami tentu kedepannya Desa Pasir Luhur dapat meningkatkan kinerjanya minimal mempertahankan prestasi yang sudah diraih saat ini.Tak lupa Kades Pasir Luhur mengucapkan terimakasih kepada Dinas PMD Kabupaten Rohul, Pemprop Riau, dan KPK RI", tutup Soleman sembari menjawab pertanyaan wartawan prihal embel embel di depan dan belakang namanya, "saya tak punya gelar apa apa, saya hanya petani biasa", ujarnya dengan senyum sumringah pertanda Soleman adalah seorang low profil.(Gln)


Baca Juga