Peringatan Nuzul Al-Qur’an dan Buka Bersama, Kanwil Kemenag Riau Pererat Ukhuwah dan Silaturahmi

Rcn.com (Pekanbaru) — Dalam rangka mempererat ukhuwah Islamiyah dan menjalin silaturahmi di bulan suci Ramadhan 1447 H/2026 M, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau menggelar peringatan Nuzul Al-Qur’an yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama, Rabu (4/3/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri para Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau pada masanya, pensiunan ASN Kanwil Kemenag Riau, Kepala Bagian Tata Usaha, para Kepala Bidang dan Pembimas, serta ASN dan PPPK di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau.

Peringatan Nuzul Al-Qur’an menghadirkan penceramah H. Marhalim. Dalam tausiyahnya, ia mengajak jamaah untuk menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan. Menurutnya, Al-Qur’an menganjurkan umat manusia untuk menjaga kelestarian alam dan kebersihan sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual.

Mengapa seseorang dikatakan keluarga Allah dengan Al Quran, terdapat beberapa amalan yang menjadikan seseorang dekat dengan Al-Qur’an, di antaranya gemar membaca, senang mendengarkan, berusaha menghafal, mentadabburi, serta mengamalkan isi kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Setiap huruf yang dibaca bernilai pahala. Membaca Al-Qur’an juga menenangkan batin dan memberikan energi positif bagi kehidupan. Al-Qur’an bukan sekadar hiasan lemari, tetapi harus tersimpan di dalam dada melalui hafalan dan pengamalan. Tidak ada satu pun ayat yang sia-sia,” ujarnya.

Ketika seseorang membaca Al Quran pahala dapat, Ketika seseorang membaca Al Quran kesehatan batin, apatah lagi ketika seseorang membaca Al quran badannya pun punya energi yang sangat positif. Al quran itu tidak hanya menghiasi lemari tetapi berada didalam dada mereka dengan cara menghafalnya. 

Lebih lanjut Marhalim menjelaskan pesan Al-Qur’an kepada manusia untuk berbuat baik kepada lingkungan sangat tegas dan jelas. Salah satu ayat yang sering dijadikan rujukan adalah firman Allah dalam Al-Qur'an Surah Ar-Rum ayat 41:

“Zhaharal fasadu fil barri wal bahri bima kasabat aydin naas…”

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia…”

manusia diciptakan sebagai khalifah (pemimpin/pengelola) di bumi. Artinya, manusia diberi amanah untuk menjaga, merawat, dan memakmurkan bumi, bukan merusaknya. Lingkungan adalah titipan Allah yang harus dijaga keseimbangannya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kemenag Riau, Muliardi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa peringatan Nuzul Al-Qur’an tahun ini dilaksanakan di masjid yang baru selesai dibangun melalui swadaya ASN serta dukungan sejumlah donatur yang tidak mengikat. Ia menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas kepedulian seluruh pihak yang telah berkontribusi.

“Alhamdulillah, sejak awal Ramadhan masjid ini sudah difungsikan secara penuh untuk pelaksanaan shalat lima waktu, shalat Jumat, serta berbagai kegiatan kajian keilmuan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penyerahan bingkisan kepada tenaga cleaning service dan satuan pengamanan (Satpam) sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi mereka. Selain itu, turut diserahkan karya tulis Kepala Kanwil periode 1991–1997, Mukhtar Samad, kepada Muliardi.

Adapun karya ilmiah yang diserahkan antara lain berjudul Pemikiran Nabi Muhammad dalam Berbagai Aspek Kehidupan, Ibadah Menurut Islam, Islam Agama Persaudaraan, serta Melayu Berdebat dengan Islam: Perpaduan yang Kekal Abadi.

Melalui peringatan Nuzul Al-Qur’an ini, diharapkan nilai-nilai Al-Qur’an semakin menguat dalam kehidupan pribadi maupun institusi, sekaligus memperkokoh kebersamaan keluarga besar Kanwil Kemenag Riau di bulan yang penuh berkah.


Baca Juga