Rcn.com (Dumai) - Pemerintah Kota (Pemko) Dumai bergerak cepat merespons dampak fenomena
alam banjir rob yang kembali merendam kawasan pemukiman dan infrastruktur publik.

Pada Senin, 5 Agustus 2024, luapan air laut yang masuk ke kawasan Jalan Cendrawasih, Kelurahan Datuk Laksamana, Kecamatan Dumai Kota, dilaporkan telah memicu kerusakan serius pada struktur jembatan penghubung vital di wilayah tersebut.
Kenaikan muka air laut yang berlangsung secara rutin dan berkala setiap bulannya menjadi penyebab utama degradasi jembatan ini.Genangan air asin yang merendam fondasi secara terus-menerus mempercepat proses pengikisan material bawah struktur.

Akibatnya, saat ini beberapa bagian konstruksi jembatan telah mengalami keretakan struktural yang cukup parah hingga memicu kemiringan yang signifikan pada bentang jembatan. Kondisi tersebut dinilai menurunkan tingkat keamanan fasilitas penyeberangan ini secara drastis untuk dilalui kendaraan masyarakat.
Menyikapi urgensi di lapangan, tim kaji cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Dumai bersama jajaran perangkat daerah teknis terkait langsung diturunkan ke lokasi untuk melakukan peninjauan teknis dan asesmen dampak risiko kerusakan.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Dumai, Irawan Sukma, menyampaikan bahwa intervensi permanen berupa pembangunan ulang jembatan harus segeradirencanakan demi menghindari putusnya total akses transportasi logistik maupun mobilitas warga.
"Kerusakan pada jembatan penghubung di Jalan Cendrawasih ini merupakan dampak langsung dari siklus banjir rob bulanan yang mengikis kekuatan fondasi dari
waktu ke waktu. Saat ini konstruksinya sudah miring dan retak, sehingga sangat berisiko bagi keselamatan pengguna jalan. Jika tidak segera kita tangani secara
menyeluruh, bukan tidak mungkin akses ini akan terputus total dalam waktu dekat," ujarnya saat melakukan peninjauan di lokasi kejadian, Selasa (6/8/2024).
Sebagai langkah pemulihan pascabencana yang komprehensif, Pemko Dumai melalui hasil kaji cepat BPBD merekomendasikan rekonstruksi jembatan secara total dengan struktur yang lebih adaptif terhadap fenomena rob.
"Kami mengimbau warga masyarakat yang melintas untuk senantiasa berhati-hati dan membatasi muatan kendaraan demi keselamatan bersama sampai pengerjaan fisik dapat direalisasikan," tambah Kalaksa BPBD Dumai.
Dampak dari menurunnya kualitas struktur jembatan ini mulai mengganggu mobilitas harian warga sekitar serta menghambat kelancaran arus distribusi barang.
Mengingat peran penting jembatan ini sebagai urat nadi konektivitas antarkawasan di Kelurahan Datuk Laksamana, Pemko Dumai menempatkan usulan rekonstruksi ini ke dalam prioritas program penanganan infrastruktur pascabencana daerah.
Untuk sementara waktu, BPBD Kota Dumai bersama dinas terkait akan memasang rambu-rambu peringatan serta pembatas muatan di sekitar area jembatan guna memastikan warga tetap waspada saat melintas, terutama pada jam-jam puncak
terjadinya pasang air laut.(Yola)