Makanan Sudah Bergizi, 300 Siswa SDN 043 Pekanbaru Berebut Toilet Kategori Tidak Sehat

Rcn com (Pekanbaru) - Sekolah Dasar Negeri (SDN) 043 yang beralamat di jalan Sakuntala Kota Pekanbaru, setiap hari siswanya mendapat makanan bergizi dari negara lewat program Makanan Bergizi Gratis (MBG), dengan tujuan agar kelak siswa siswi dapat asupan gizi yang baik bagi generasi penerus bangsa.

Namun tujuan negara tersebut tidak selaras  dengan pihak sekolah, pihak sekolah terkesan membiarkan dalam waktu panjang membuat keadaan lingkungan sekolah yang tidak sehat.

Hal ini terungkap dengan adanya keberatan pihak orang tua siswa yang mengalami anaknya buang air besar dalam celana karena toilet yang berfungsi walaupun tidak kategori sehat hanya dua buat siswa.

"Saya sangat kecewa dengan pihak sekolah, sangat diluar nalar kita, murid dengan jumlah 300 orang dengan fasilitas toilet hanya dua saja, dan tidak layak lagi dimana air pembuangan tidak mengalir dengan baik, aromanya busuk, baknya bocor dan sangat tidak baik untuk kesehatan siswa", terang orang tua siswa yang minta identitasnya disembunyikan.

Lanjut orang tua siswa, "Bagaimana mungkin ada toilet siswa yang hanya dua  digunakan oleh anak laki laki dan perempuan secara bersama sama, apakah ini tidak menjadi pemicu terjadinya hal yang tidak baik kedepannya?", ujarnya.

Masih dengan kesal, orang tua siswa mempertanyakan kemana dana bos sekolah dialokasikan?.

"Pak Kadisdik Pekanbaru, apakah dana bos tidak boleh digunakan untuk perbaikan toilet buat anak anak kami? jika tidak boleh tolonglah bantu perbaiki toilet SDN 043 ini dengan dana Disdik pak, agar anak anak kami sekolah di lingkungan yang sehat pak", harapnya.

Untuk diketahui bersama SDN 043 dahulunya memiliki empat toilet yakni dua dilantai atas dan dua dibawah.Sudah satu tahun lebih dua toilet dilantai atas tidak digunakan karena rusak.

Kepala Sekolah SDN 043, Hamida Yanis,  kepada awak media mengatakan tidak memiliki dana dan sudah diusulkan.

"Sekolah tidak memiliki dana untuk perbaiki fasilitas sekolah, semuanya sudah diusulkan ke bagian Sapras Disdik, tapi sampai saat ini belum direalisasikan", ungkapnya, Selasa (09/06/2026) di ruang kerjanya.

Hamida menjelaskan,"10% uang bos sudah membayar gaji 4 orang guru honor, dan sisanya untuk operasional sekolah", tambahnya

Selanjutnya awak media riaucrimenews.com, menghubungi Kabid SD Disdik Kota Pekanbaru Sardius via telepon selularnya, dengan cepat dijawab, "maaf bang lagi rapat", ucapnya dari seberang, dan menambah tulisan melalui whatshap "nanti saya respon bg".
Sampai berita ini terbit respon Bang Uus panggilan medsos Kabid SD tak kunjung ada.(Gln-bersambung)


Baca Juga