
Hj. Rosita Suhud, S.Pd. I, M.M Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 2 Bangko Pusako Kecamatan Bangko Pusako bersama siswanya pada saat dikebun sekolah
Rcn.com (Pekanbaru) - Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Bangko Pusako Kecamatan Bangko Pusako Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) berhasil meraih penghargaan Sekolah Adiwiyata dari Dinas Lingkungan Hidup.

Sekolah yang berada di Bangko Kanan, Kecamatan Bangko Pusako Kabupaten Rokan Hilir, Riau itu telah membuktikan diri sebagai sekolah peduli lingkungan.

"Alhamdulillah senang sekali. Usaha-usaha yang kami lakukan akhirnya membuahkan hasil. Cukup lama sudah kami lakukan penghijauan di sekolah," kata Hj. Rosita Suhud, S.Pd. I, M.M Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 2 Bangko Pusako Kecamatan Bangko Pusako Rohil saat dihubungi tim Media Merah Putih, Kamis (27/11/2025) malam.

Menurut Kepsek yang dilantik pada Oktober 2023 lalu itu, penghargaan Adiwiyata ini merupakan penghargaan pertama yang diterima sejak SMAN 2 Bangko Pusako didirikan.

"Didirikan sejak lebih kurang 20 tahun yang lalu, inilah baru pertama kali mendapatkan penghargaan Adiwiyata," paparnya.
Dengan adanya capaian ini, kata Kepsek, pihaknya bersama seluruh elemen sekolah berkomitmen untuk konsisten menjaga lingkungan.

"Tidak hanya saat menerima penghargaan lalu besoknya kita lalai menjaga lingkungan, sekolah maupun penghijauan di lingkungan sekolah. Karena terkadang terlena jadi yang terpenting adalah konsisten menjaga lingkungan," tegasnya.
Untuk itu sambung Kepsek, ia berharap kepada warga lingkungan sekolah agar penghargaan ini bisa berkelanjutan.
"Tentunya kita sangat berharap ini terus dijaga dan kita sangat berharap bisa mencapai Adiwiyata tingkat Nasional," harapnya.
Pernah Terendam Banjir
Kepsek SMAN 2 Bangko Pusako Rohil mengungkapkan, capaian yang diperoleh merupakan kerja keras dan usaha bersama sejumlah pihak.
Untuk itu, Alumni UIN Susqa Riau itu mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan penuh sehingga anugerah Adiwiyata ini bisa tercapai.
"Kami sangat mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dan terima kasih kepada pemerintah yang telah mempercayai sekolah kami menjadi sekolah Adiwiyata," ungkapnya.
Menurut lulusan Magister Pelita Indonesia Pekanbaru itu, untuk mendapatkan penghaargaa Adiwiyata ini tidak mudah.
"Apalagi lingkungan sekolah kami itu sering kena banjir. Akhir tahun 2023-2024 banjirnya hampir 2 bulan. Kami sudah melakukan penanaman kemudian datang banjir besar yang hampir 2 bulan itu matilah tanaman-tanaman yang tak tahan air," terangnya.
Setelah banjir sambung Kepsek, pihaknya harus kembali menanam pohon dan mengajak orang tua siswa untuk bersama-sama menyumbangkan bibit-bibit tanaman ke sekolah.
"Kami juga mengajak orang tua siswa bagaimana caranya mereka tergerak untuk bisa turut serta mendukung program ini di samping sekolah juga melakukan pembibitan tanaman," tambahnya.
Perlu Usaha Bersama
Sebelum mendapatkan penghargaan ini, SMAN 2 Bangko Pusako telah mendapat informasi dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hilir.
"Himbauannya berisi bagi yang mau mengusulkan sekolah Adiwiyata silakan urus beberapa syarat dan ketentuannya," papar Kepsek.
Setelah mendapatkan informasi tersebut, pihak sekolah lalu menyurati Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hilir.
"Kemudian mereka berkunjung ke sekolah memberikan pengarahan dan bimbingan," jelasnya.
Kembangkan Kebijakan Berwawasan Lingkungan
Untuk mendapatkan penghargaan sekolah adiwiyata ini kata Kepsek, perlu usaha dan dukungan dari beberapa pihak.
"Terutama dukungan dari lingkungan sekolah seperti guru dan siswa tenaga kependidikan dan juga lingkungan masyarakat," katanya.
Kemudian, SMAN 2 Bangko Pusako melakukan terobosan-terobosan.
"Yang pertama, selama ini usaha yang kami lakukan itu adalah pengembangan kebijakan yang berwawasan lingkungan. Diantaranya, tata tertib sekolah baik guru maupun siswa tidak sembarang membuang sampah," tambahnya.
Kemudian sambung Kepsek, pemanfaatan sampah dengan memilah sampah organik dan non organik.
"Kemudian pengembangan kurikulum karena memang harus dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah. Materi lingkungannya itu terintegrasi dengan materi pembelajaran yang berwawasan lingkungan," jelasnya.
PGRI Berikan Apresiasi
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Riau Prof. Dr. Adolf Bastian, M.Pd turut mengapresiasi capaian yang berhasil diperoleh SMAN 2 Bangko Pusako Rokan Hilir.
Menurutnya, capaian ini merupakan capaian yang harus menginspirasi sekolah lain yang ada di Provinsi Riau.
"Kami sangat mengapresiasi dan sangat bangga atas pencapaian sekolah yang berhasil meraih Anugerah Adiwiyata ini," paparnya.
Menurutnya, capaian Adiwiyata ini bukan hanya sekadar pengakuan atas capaian, tetapi juga wujud komitmen dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih.
"Terutama bagi sekolah yang telah berusaha keras dalam mengintegrasikan pendidikan lingkungan hidup ke dalam kurikulum," tambahnya.
Dengan adanya capaian ini, dapat menumbuhkan serta membangun kesadaran di kalangan siswa terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
"Saya berharap semua sekolah yang meraih penghargaan ini dapat terus menginspirasi dan meningkatkan capaian dan menjadi contoh bagi sekolah yang lain yang belum mencapai Adiwiyata," pungkasnya.
Sebelumnya, penghargaan ini akan diberikan langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF. Haryanto pada tanggal 27 November 2025 namun diundur karena beberapa hal.
Informasi mengenai penyerahan piagam penghargaan, akan diberikan secara berkala.(Tim)