Dari Siak ke Final MTQ Nasional 2026, Perjalanan Afif Menjaga Lantunan Al-Qur’an

Jumat, 18 September 2026

Afif Muhammad Thoifur. Usianya masih belia. Siswa kelas VI MI Assidiqiyah Siak

Rcn.com (Semarang) --- Di antara para finalis yang tampil pada MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang, Jawa Tengah, ada Afif Muhammad Thoifur. Usianya masih belia. Siswa kelas VI MI Assidiqiyah Siak, Riau, itu berhasil menembus babak final Cabang Tartil Al-Qur’an Putra.

Perjalanan menuju panggung nasional itu bermula jauh dari arena perlombaan. Di rumahnya di Kabupaten Siak, Afif kecil dikenal gemar bersenandung. Bahkan sebelum memasuki taman kanak-kanak, ia sudah mampu membaca Al-Qur’an. Dari sanalah ketertarikannya pada seni membaca Al-Qur’an perlahan tumbuh dan terus diasah.

Di luar Al-Qur’an, Afif tetaplah anak seusianya. Ia senang berkreasi dengan karton, menyusun potongan demi potongan menjadi miniatur masjid hingga mobil-mobilan. Namun, ada satu kegemaran yang terus menyertainya hingga kini: melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an.

Kegemaran itulah yang kemudian membawanya menempuh perjalanan dari Siak menuju Semarang dan berdiri sebagai salah satu finalis MTQ Nasional XXXI.

Bagi ayahnya, Syafi’i, capaian anak kelima dari enam bersaudara itu terasa lebih besar daripada sekadar hasil perlombaan. Ada perjalanan panjang di belakangnya, tentang bagaimana kecintaan kepada Al-Qur’an dikenalkan sejak kecil, dirawat di rumah, lalu tumbuh bersama usia Afif.

“Bangga dan terharu melihat Afif bisa sampai ke babak final. Ini menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi Afif dan keluarga. Semoga apa yang sudah dilaluinya menjadi motivasi untuk terus belajar dan mencintai Al-Qur’an,” ujar Syafi’i, Jumat (18/09/2026)

Perjalanan itu juga tidak ditempuh Afif seorang diri. Syafi’i menyebut ada tangan para pelatih dan pendamping yang sabar menemani putranya berlatih hingga tampil di panggung nasional.
Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Ustadz Yuhendri Tarmizi dan Ustadz Indra Gunawan yang selama rangkaian MTQ Nasional XXXI terus memberikan bimbingan dan motivasi kepada Afif.

“Sebagai orang tua, kami sangat menghargai semua dukungan yang diberikan. Semoga segala kebaikan dan pengorbanan yang diberikan mendapat balasan dari Allah SWT,” ungkapnya.

Kini, senandung yang dahulu hanya terdengar di rumah keluarga Syafi’i dan Etiana telah membawanya hingga ke panggung MTQ Nasional.

Bagi Afif, final di Semarang mungkin menjadi salah satu panggung terbesar yang pernah ia datangi pada usianya yang masih belia. Namun, perjalanannya bersama Al-Qur’an masih panjang.

Dari Siak, ia membawa suara yang dibesarkan keluarga, diasah para guru dan pelatih, lalu diperdengarkan di panggung nasional.

Dari seorang anak yang gemar membuat miniatur masjid dari potongan karton, Afif kini sedang membangun sesuatu yang jauh lebih besar yaitu perjalanannya sendiri bersama Al-Qur’an.