Turap Jalan Mattaim Mundam Ambruk, BPBD Dumai Desak Rekonstruksi Permanen
Rcn.com (Dumai) - Cuaca ekstrem dan gelombang pasang tinggi yang melanda kawasan pesisir Kota Dumai memicu kerusakan serius pada infrastruktur pengaman pantai.

Turap di sepanjang Jalan Mattaim, RT 004, Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, dilaporkan ambruk setelah dihantam ombak besar yang berlangsung selama beberapa hari sejak 9 Januari 2024 lalu.Hantaman gelombang kuat tersebut menyebabkan material tanah di bawah struktur turap terkikis parah, memicu retakan luas, hingga mengakibatkan sebagian badan
turap longsor.

Dampaknya, abrasi kini mulai mengikis bahu jalan utama yang menjadi akses harian masyarakat setempat.
Menurut laporan warga, situasi kian mengkhawatirkan saat pasang tinggi terjadi pada malam hari. Pengikisan yang terus berjalan tidak hanya merusak fasilitas jalan, tetapi juga mulai mengancam keselamatan kawasan permukiman warga yang berada di sekitar garis pantai. Jika tidak segera ditangani, kerusakan ini berpotensi memicu abrasi lanjutan yang lebih luas dan melumpuhkan aktivitas ekonomi serta mobilitas masyarakat.
Merespons kondisi darurat tersebut,
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Dumai, Irawan Sukma, menyatakan bahwa pihaknya bergerak cepat dengan menurunkan tim untuk meninjau langsung titik kerusakan.
"Kami bersama instansi teknis terkait telah turun ke lapangan untuk melakukan pendataan, pemetaan dampak, dan asesmen menyeluruh terhadap kerusakan turap di Jalan Mattaim," ujar Irawan Sukma, Rabu (10/1/2024).
Berdasarkan hasil asesmen cepat di lapangan, BPBD Kota Dumai menegaskan bahwa penanganan jangka pendek saja tidak akan cukup.Diperlukan langkah strategis berupa rekonstruksi total secara permanen pada turap pengaman pantai tersebut. Langkah ini dinilai krusial guna mengembalikan fungsi infrastruktur jalan, sekaligus membentengi pemukiman warga dari ancaman gelombang ekstrem di masa yang akan datang.
BPBD Kota Dumai juga mengimbau warga yang tinggal di sepanjang garis pantai untuk tetap waspada, terutama saat terjadi fenomena pasang keling atau cuaca buruk yang disertai angin kencang.(Yola)


Tulis Komentar